Semangat Awards 2020: Lesgow 2021!


Keseruan Awarding Event Semangat Awards 2020: Selasa 29 Desember 2020, 09.00 - 11.30 wib

.

 
Link video dokumentasi lengkap: https://youtu.be/MD7JPRnMYCs?t=1780

Semangat Awards 2020 adalah sebuah acara award sederhana non profit dengan semangat silaturahim dan belajar, dengan mekanisme sangat simple dan Agile, diakhiri dengan Sharing Session, Kenalan, Pembacaan Nominasi. Harapannya adalah satu: Menyambung semangat di akhir 2020 ini, khususnya bagi para Youngpreneur di Jawa Barat.

Sobat Youngpreneur sudah melalui masa Pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini dengan berbagai kejutan, cobaan, tantangan, suka duka. Berbagai strategi adaptasi sudah dilakukan, sebagian tumbang, sebagian berkembang. 9 bulan ini merupakan masa yang berat untuk kita semua. 2021 diharapkan akan menjadi tahun untuk bangkit, belajar dari 2020. Pada acara ini para pembicara berbagi pengalaman di dunia Entrepreneurship, hal-hal menarik dan seru yang pernah dialami, Bagaimana menghadapi 2020 ini, dan Bagaimana menyambut 2021.

Kegiatan berlangsung sejak 20 Desember 2020, dan puncaknya ada di 29 Desember 2020. Pada tanggal 20 – 24 desember calon peserta dipersilahkan memasukkan dokumen dan menjawab pertanyaan dari Dewan Juri. Pada tanggal 22 – 25 desember dilakukan penjurian awal. Pada tanggal 26 – 28 desember dilakukan penjurian akhir, dan pengumuman nominasi terbaik diumumkan pada 29 Desember 2020 secara daring di aplikasi Zoom.

Acara merupakan kolaborasi dari Bimindonesia.id, Diskominfo Jabar, IDX Jabar, Humas Jabar, Startup Bandung, The Local Enablers, FINT, Sharing Vision, SBM ITB, Unpad, Polban, Ikopin, Unjani, TEC ITB, LIKMI UIN SGD, STP Bandung (ENHAI), UNSIKA, UNMA, UNPI, Binus University, Telkom University, STIE Indonesia Malang, Ma'soem University, UNPAS, Politeknik STIA LAN Bandung, Kewirus.com, Cubic.id, Wicraft, Buildme.id, Cho-cweet, Nuala, Javaganics,   Ethis.co.id, Mobilima.com, Forbetric, Vendorpedia , SHYL, Igeneration.id, Robotika.id, Dekranasda Jabar dan Jabar Bergerak.

Submission, Screening dan Penjurian

Mekanisme Dewan juri terdiri dari 5 Juri Muda, 7 Juri Senior, dan 1 koordinator utama. Penjurian menjadi berbobot, melibatkan sosok sosok kunci dalam ekonomi disruptif di Jawa Barat, seperti Bapak Setiaji (Kepala Diskominfo Jawa Barat), Bapak Achmad Dirgantara (Kepala IDX Incubator Jawa Barat), Bapak Dwi Indra Purnomo (Founder The Local Enablers, Wakil Dekan FTIP UNPAD), Bapak Grahadea Kusuf (Ketua Startup Bandung), Bapak Irsyad Kamal (Dosen FEB UNPAD), Ibu Ai Rika Rachmawati (Wartawan Senior Jawa Barat). Kemudian untuk Juri Muda ada Yundi Supriadani (Cofounder Forbetric), M. Azizi Nun (Business Consultant Sharing Vision), Bestra Tomassa (Cofounder Kewirus.com), Lukni Ahmad (CEO Vendorpedia, Dosen Unjani), Marlis Nawawi (Team SHYL). Untuk Koordinator Juri, sekaligus Ketua Pelaksana, Nur Islami Javad (Chief DEF Sharing Vision, Cofounder BIM, Founder Forum Investasi FINT).

Awarding ini mengambil prinsip simpel, sederhana, cepat. Proses berlangsung efektif sehingga sobat Entrepreneur dapat mengikuti acara sambil melakukan rutinitas, begitu halnya dengan Dewan Juri. Pada acara ini, ada sekitar 180 peserta yang mendaftar, berasal dari berbagai Kota/Kabupaten di Jawa Barat, pun juga ada beberapa peserta yang berasal dari jakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Kalimantan.


Awarding Event

Acara di hari Selasa, 29 Desember 2020 pagi berlangsung dengan Suka Cita, bertukar Duka, dan semangat. Sharing session, menjadi tema umum hari ini. Dibuka dengan Pembukaan oleh Ketua Pelaksana, Nur Islami Javad (Chief DEF Sharing Vision, Cofounder Business Initiative Movement, Founder Forum Investasi FINT), bercerita tentang serunya ekosistem pebisnis muda. Potensinya sangat besar, penuh dengan semangat dan kreatifitas. Nur Islami Javad yang biasa dipanggil Bang Jeff ini menyampaikan, bahwa Awarding ini bukanlah acara lomba, namun tempat kita belajar bareng. Tiap-tiap insight akan berguna untuk perkembangan diri dan bisnis kita. Kemudian pembukaan dilanjutkan oleh Pak Setiaji Kepala Diskominfo Jabar yang bercerita tentang peran Startup Digital ikut berperan aktif dalam memberikan solusi untuk masyarakat juga kolaborasi dengan pemerintah. Pak Achmad Dirgantara, Kepala IDX Incubator Jawa Barat melanjutkan secara informal, bahwasanya ekosistem pendanaan di Jawa Barat terdiri dari berbagai hal. Pebisnis bisa mencari permodalan dari Bank ataupun Non Bank. Untuk non Bank, salah satu alternatifnya adalah papan akselerasi. Konsep papan akselerasi adalah  pendanaan untuk bisnis dengan aset di bawah 50 Miliar rupiah, bahkan bisa di kisaran 10 – 50 M. saat ini sudah ada 5 Startup tercatat disana, dengan salah satu yang mendapatkan modal terbesar, Cashlez, di angka 80 Miliar rupiah.

Sharing Session dilanjutkan dengan perbincangan seru dengan Pak Salman Subakat, CEO PT. Paragon Technology Innovation, yang umumnya diketahui masyarakat sebagai Wardah, Emina, Make Over, dan berbagai brand kosmetik lainnya. Wardah di awal omzetnya seperlimanya Kartika Sari. Pelan-pelan berkembang dengan inovasi dan akhirnya sebesar sekarang. Menurut Pak Salman, Ekosistem Entrepreneurship adalah salah satu yang harus dibangun. Di ekosistem semua bebas masuk. Bahkan daun gugur pun jadi pupuk. Jadi Award Ini bukan kontes, reward adalah biasa saja. Ngumpul-ngumpulnya dengan para pebisnis ini yang jauh lebih seru. Itu yang diserap oleh Silicon Valley.  Ekosistem seperti bangunan yang sudah ada bata tinggal dibangun rumahnya. Sekarang ada 1000 lebih startup kosmetik di Indonesia. Di ekosistem industri kosmetik, pelopornya salah satunya adalah Sari Ayu. 25 tahun kemudian Paragon muncul. Mudah-mudahan bisa jadi Samsung-nya, Google-nya di masa depan. Tidak perlu takut gagal. Berhasil atau gagalnya Usaha akan jadi pelajaran. Di Indonesia ini ekosistem belum matang, harus saling membangun. Di luar valuasi sudah ribuan triliun. Kita harus banyak berteman, menumbuhkan ekosistem, sinergi dengan ekosistem di luar negeri, bergabung ke global ekosistem yang besar.

Sharing Session kemudian dilanjutkan ke berbagai pembicara, dengan format sharing cerita-cerita pengalaman menjalankan bisnis. Sharing Session dibuka oleh Dr. Akbar Adhi Utama, Kaprodi Entrepreneurship SBM ITB, beliau bercerita tentang Technopreneurship. Bisnis bila dikombinasikan dengan teknologi dan inovasi, akan meningkatkan potensi perkembangannya. Namun dari pada itu, pilihan jalan hidup entrepreneur bisa beragam, apakah akan membangun IBE (Innovation Based Entrepreneurship) ataupun SME (Small Medium Enterprise).

Sesi sharing seru dilanjutkan dengan Host memanggil secara acak para peserta yang hadir. Ada yang share tentang Startup Platform Kreatif, Bisnis Chatbot, Edupreneur, hingga jualan basreng.

Faisal Sugangga, Head of Marketing Chatbiz.id, ikut berbagi tentang pengalamannya berkarir di dunia startup. Sebagai sarjana Hukum, pernah mencoba jualan di Gofood, jadi Digital Marketing, dan berbagai hal yang tidak ada hubungannya dengan jurusan Hukum. Kejar terus masa depan, tidak terpaku pada masa lalu. Prestasi tertinggi didapat saat diterima bekerja di Disperindag Jawa Barat, disana mendapatkan istri, yang mendekatkan dengan yang di Atas, juga meningkatkan produktifitas karena mengurangi overthinking (balancing).

Sesi Sharing semakin ramai dengan hadirnya Bu Atalia Praratya Kamil, ikut Sharing sebagai Founder Jabar Bergerak dan Ketua Umum Dekranasda Jawa Barat. Bu Atalia memulai sharing dengan kisah awal mula Jabar Bergerak. Perkumpulan orang di jawa barat, masif. Mulai dari PKK, dan sebagainya ada 19. Komunitas dan Organisasi umumnya berisi orang-orang yang sudah merasa cukup dengan dirinya sendiri, kemudian ingin memberikan kontribusi pada tanah yang dipijak.  Di Jabar Bergerak ada profesor, direktur utama, segala macam. Termasuk ada ada wakil bupati, banyak yang ingin bergabung. Namun tidak semuanya diterima, karena Jabar Bergerak terlepas dari politik.

Cerita Jabar Bergerak luar biasa, bahkan di cirebon sampai mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Mendapatkan kursi khusus. Organisasi-organisasi rata-rata mendapat bantuan dari pemerintah. Jabar Bergerak justru ingin membantu pemerintah. Pada masa Covid-19 kita masuk membantu terkait Covid-19. Mereka mengakses pikobar, dan segala macam. Sekarang ada Jabar Bergerak Zilenial. Kegiatannya beragam. Anak-anak muda menyebarkan 245 buah wastafel portabel, rata-rata di keramaian dan di pasar, Gasibu keliling (Gerakan nasi bungkus) se-Jawa Barat. Pada intinya tugas kami adalah untuk membantu pemerintah.

Berikutnya mengenai Dekranasda. Lebih ke ekonomi. Bagaimana berupaya pemulihan ekonomi di Jawa barat khususnya di kerajinan. Memang kerajinan terdampak luar biasa. Dari kebutuhan dasar manusia. Melihat dari teori Maslow, kaitan dengan kesehatan, keamanan, adalah satu hal yang menjadi salah satu yang difokuskan masyarakat di Pandemi Covid ini, daripada yang gaya-gaya an, terlihat lebih keren dari yang lainnya.

Saat ini Dekranasda banyak membuat workshop-workshop. Di berbagai platform, ada di 27 Kota/Kabupaten.  Dekranasda organisasi buatan pemerintah. Sangat masif berjejaring. Mereka punya banyak sekali jejaring terkait pelaku usaha. Hari ini Dekranasda juga mendorong tentang penyusunan katalog, leaflet, website, pokoknya tentang promosi produk. Dekranasda juga sedang menyiapkan promosi di Tasikmalaya. Dekranasda punya gedung di Jl. Dago no. 19. Kita juga sempat waktu itu membuka toko di Kertajati. Kita terus menginformasikan dan mengkomunikasikan produk-produk di jawa barat.

Bagaimana bisa terus positif? Pertanyaan ini menjadi sangat menarik terkait kesibukan Bu Atalia sebagai Gubernur Jawa Barat. Jawabannya menurut versi Bu Atalia adalah bisa “seize the day”. Kata kuncinya adalah lakukan peran serta di masyarakat, keluarga, anak-anak, sehingga seimbang. Termasuk juga seperti kang Emil, hobi yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Apapun yang kalian lakukan dengan bahagia, lakukan saja. Apalagi kalau kalian bisa menemukan hobi-hobi yang positif. Apalagi lagi seneng . Misalkan yang lagi viral, ikan cupang. Mereka kreatifnya luar biasa. Janda Bolong, bisa seharga mobil.

Satu hal menarik dari Bu Atalia adalah hobinya touring hingga ke Semarang. Saat touring, sambil melihat kondisi sekitar yang dilalui.  Kota-kota besar, kreatifitasnya luar biasa. Dari Data Disperindag Jabar, di Kabupaten Bogor banyak sekali Entrepreneur baru bermunculan, yang tertinggi di Jawa barat. Karena Bogor adalah kota wisata. Sama halnya seperti Bandung. Bandung sampai kemana seru banget. Di Banjarmasin, Batagor Laris cukup dikenal.

Kalau dianalogikan, Jawa Barat ini ultah 75. Tetapi Kota Bandung sudah ke 200-an. Dari dulu bandung sudah dilirik belanda. Adem, masyarakat someah. Dulu bandung dibuat untuk 50 orang saja. Apa yang terjadi? Saat ini masyarakatnya sudah 2,5 juta jiwa. Semua orang pengen kesini. Di Bandung ada 50 universitas/perguruan tinggi. Kota Bandung bener-bener ngangenin, karena sagala aya. Cireng, cimol, dan segala macamnya.

Kita masuk ke entrepreneur. Ada banyak Komunitas Entrepreneur, Masyarakat, dengan segmen beragam seperti Kuliner, Fashion, dan sebagainya. Saat ini sangat mudah untuk membuka usaha, atau  bisa jadi tidak punya pekerjaan tetap. Sekarang semua orang sudah ke arah enterpreneur. Dengan ramainya iklm usaha, mungkin terlibat di sebuah usaha, akan terjun ke dalam usaha, atau menentukan terkait dengan produk apa untuk masuk ke pasaran saat ini (tidak mainstream).

Terkait Covid-19 ini, banyak Entrepreneur yang terdampak covid. Lebih dari 14,000 an pelaku kreatif yang kena. Oleh karena itu penting sekali kita berpikir cerdas untuk bisa keluar dari situasi yang ada, termasuk resiko yang akan dihadapinya. Untuk anak muda yang mau ke dunia usaha, tetap harus tahan banting, berdoa. Karena itu yang paling penting. Terus berjuang jadi otak bisnis kreatif. Kestabilan di era pandemi ini. Business model-nya daripada margin yang penting cashflow bisa menutup beban operasional. Pejuangan pelanggan terdekat. Katalog, stok barang, sesama karyawan, jadi sales digital. Sharing Session dengan Bu Atalia ditutup dengan Pantun dan Foto bersama.

 

Pembacaan Nominasi

Sesi utama Sharing Session ditutup dengan Bincang Seru bersama Bu Atalia. Acara dilanjukan nominasi. Proses screening menyisakan 72 entrepreneur yang siap untuk bertanding di penjurian final. Dari hasil penjurian final, didapat sebanyak 13 nominasi terbaik dan 11 nominasi umum.

Bisnis yang masuk ke 72 besar adalah sebagai berikut. 3R, Adara Risol, Agility Transformation, Alamfit Indonesian, Alcamp.id, Arsisten, Baduma.id, Bandeng Karnivoraa, Bariq Accsesories, Basmalah Top Up and Payment, Baso Aci Damarinia, Beclare.id, Bongsang, Bosmuda, Chatbiz.id, Cho-Cweet, Cipet Endol, Comring Peradaban, Create It, Csjstoreid, DacHijabStore, Dancing Pizza, Danika Bites, Dicka Care, Dodolan, Ecoplast.id, EFH Projects, Francois, Freelancer MC, Fruit Salad Rainbow, Ghesy Donuts, Greenbox, Halal Local, Han.Food, Happen, Hello Monday Studio, Igeneration.id, Inagri, Insinyur Martabak, Jaketqu, Karyain Custom Promotion, Keju Kahuripan, Kiniholiday, KTP_MU, Lakulah Citruk, Laris Food, Le Catfeine, Linxbrain Indonesia, Look at Me, Menara Dimsum, Mr. Mangkok, Naomilash, Noodle Stick, Nur'Alam Megaland Property, Opium Coffee, Paphi Art, Puna Indonesia, Rawafishfood, Rest_udesign, Ridsya Pop Chick, Sambal Maba, Sambel Cumi Nagih, Sampurasun Totte Bag, Seblok Mama Azka, SejutaCita, Smile.foodyes, StarGro, Sweetchick, Tareng Mantul, Twank Kitchen Cafe, Uya Sanga.

Pembacaan nominasi dilanjutkan dengan pembacana list startup yang mendapatkan nominasi tertinggi diantara peserta lainnya. Sebagaimana dapat dilihat, untuk kategori Nominasi Utama, Top Digital Startup 2020 diraih oleh Chatbiz.id, Top Foodpreneur 2020 diraih oleh Insinyur Martabak. Top Fashionpreneur diraih oleh Look at Me. Top Sustainable Biz diraih oleh Ecoplast.id, Top Upstream Biz 2020 diraih oleh Inagri.

Berikutnya, Top 3 Digital Startup 2020 diraih oleh Create It dan SejutaCita. Top 3 Foodpreneur 2020 diraih oleh Bongsang.id dan Cho-Cweet. Top Halal Biz 2020 diraih oleh Halal Local. Top 3 Fashionpreneur 2020 diraih oleh DecHijabStore. Top Service Biz 2020 diraih oleh Dicka Care. Top Healthy Biz 2020 diraih oleh Puna Indonesia. Top 3 Upstream Biz 2020 diraih oleh Dancing Pizza dan Keju Kahuripan.

Untuk kategori nominasi umum, gelar High Spirit Startup 2020 diraih oleh Baduma.id, Ghesy Donuts, Danika Bites, Bosmuda, Mr. Mangkok, Happen. Untuk The Most Resilient 2020 jatuh pada Igeneration.id, disusul The Highest Spirit 2020 oleh Anton Arifin, dan High Spirit Lecturer oleh Dr. Ir. Tonton Taufik rachman, MBA. 

Nominasi

Penerima

Top Digital Startup 2020

Chatbiz.id

Top Foodpreneur 2020

Insinyur Martabak

Top Fashionpreneur

Look at Me

Top Upstream Biz 2020

Inagri

Top Sustainable Biz

Ecoplast.id

Top 3 Digital Startup 2020

Create It

Top 3 Digital Startup 2020

SejutaCita

Top 3 Foodpreneur 2020

Bongsang.id

Top 3 Foodpreneur 2020

Cho-Cweet

Top Halal Biz 2020

Halal Local

Top 3 Fashionpreneur 2020

DecHijabStore

Top Service Biz 2020

Dicka Care

Top Healthy Biz 2020

Puna Indonesia

Top 3 Upstream Biz 2020

Dancing Pizza

Top 3 Upstream Biz 2020

Keju Kahuripan

High Spirit Startup 2020

Baduma.id

High Spirit Startup 2020

Ghesy Donuts

High Spirit Startup 2020

Danika Bites

High Spirit Startup 2020

Bosmuda

High Spirit Startup 2020

Mr. Mangkok

High Spirit Startup 2020

Happen

The Most Resilient 2020

Igeneration.id

The Highest Spirit 2020

Anton Arifin

High Spirit Lecturer

Dr. Ir. Tonton Taufik rachman, MBA

Hadiah yang akan dibawa oleh para nominator terbaik adalah Hampers berisi produk youngpreneur se-Jawa Barat, juga Dekranasda. Untuk hadiah utama, mendapatkan hadiah uang tunai yang dirangkai dalam bentuk rangkaian bunga kreatif dari Wicraft.

Startup Digital dengan nilai tertinggi pada ajang ini (Meraih Penghargaan “Top Digital Startup 2020”, Chatbiz.id, adalah aplikasi chatbot untuk membantu UMKM memasarkan produknya dan mengelola proses pembelian secara full digital melalui platform Whatsapp, menjadi Perkembangan Chatbiz.id sangat menarik. Saat ini dalam waktu kurang dari 1 tahun sudah bisa mendapatkan 195 users B-to-B atau bisnis ke bisnis, dengan perkembangan rata-rata 75%. Pemasukan bisnis Chatbiz.id saat ini sebagai Digital Startup yang masih seumur jagung sudah cukup untuk membiayai seluruh keperluan tim.

Nilai tertinggi kedua disusul oleh Insinyur Martabak, sebuah usaha martabak yang berasal dari Bandung. Insinyur Martabak, membuat produk Kuliner martabak. Target market Insinyur Martabak Kaum muda urban dari kalangan menengah atas rentang  20 – 35 tahun yang senang jajan untuk mengisi waktu santai mereka kala sendiri maupun bersama kerabat keluarga selepas aktifitas keseharian. Keunggulan produk Insinyur Martabak bisa bertahan sampai 2 hari walau tanpa pengawet karena Insinyur Martabak membuat adonan martabak yang fresh di setiap kitchen outlet Insinyur Martabak.

Insinyur Martabak bersaing pada pasar kuliner martabak yang sangat tinggi peminatnya data dari aplikasi Gofood saja order produk martabak mencapai 7 juta pesanan pada tahun 2018 dan terus meningkat setiap tahunnya.

Perumbuhan omzet Insinyur Martabak sejak awal berdiri tahun 2017 sudah mengalami peningkatan 1.700 % pada tahun 2020 ini. Saat ini Insinyur Martabak sudah memiliki 3 outlet dan membutuhkan support dalam ekspansi bisnis untuk bisa menjangkau target market lebih luas lagi.

Bagaimana dengan Storynya? Izar Ali, Owner Insinyur Martabak menjelaskan, “Wah, startup story bisnis saya panjang banget kalau diceritain secara detil walau baru jalan 4 tahun. Yang pasti saya dan partner memulai bisnis ini dengan modal sendiri yang super seadanya. Dulu visi kami sih sederhana ya, gimana caranya bisnis ini bisa jadi penghidupan kami dan keluarga, juga bisa untuk membuka lapangan usaha dan mendidik karyawan supaya punya kemampuan dagang. Alhamdulillah, kian berjalannya waktu dan proses yang berliku, perlahan kami tumbuh bersama. Kini Visi kami adalah Menjadi Brand Martabak terbesar di Indonesia yang memiliki SDM yang unggul dengan produk berkualitas dan pelayanan yang prima. Sulitnya sih banyak ya, mulai dari problem SDM yang banyak banget dramanya sampe ditipu oleh biro jasa waktu mendirikan badan usaha. Sales yang naik turun sampe dihajar krisis akibat pandemi Covid yang saat ini kita semua lagi berjuang di dalamnya. Wahhhh, 2020 saya kira adalah tahun dimana semua target saya bisa tercapai, tapi ternyata Tuhan memberikan pelajaran lain bahwasanya 2020 ini adalah tahun dimana saya diajarkan untuk mensyukuri apa yang masih kami punya. Dan merelakan apa saja yang hilang dan bersabar atas pencapaian yang tertunda. Tuhan memang tidak pernah kehabisan cara untuk bikin cerita dan makna hidup semua hamba-Nya.”

Gimana sih rasanya pandemi? Menurut Izar, “Rasanya? Ummm, krisis akibat pandemi covid19 ini bener-bener memberi kita banyak pelajaran yang luar biasa. Pelajaran terbaiknya apa? Intinya kita harus selalu siap dengan apa saja yang bakal terjadi yang pastinya gak bisa kita duga sebelumnya. Apa yang harus disiapkan? Salah satunya ya Mental! Harapannya 2021 menjadi sebuah momen titik balik buat kita semua bisa bangkit lagi dari segala macam tumbukan di 2020 yang udah menggembleng kita habis-habisan. Hopefully, dengan semangat award ini bisa ngebangkitin satu titik api semangat yang kemudian bisa kembali berkobar dan bergelora. Chayo BIM!!!”

Ecoplast.id, yang merupakan Top Sustainable Biz 2020 pada Awarding ini, ceritanya tidak kalah serunya. EcoplastID adalah startup yang bergerak di bidang bioplastik. Didirikan Agustus tahun lalu oleh mahasiswa Institut Teknologi Bandung.  EcoplastID dilatarbelakangi dari permasalahan sampah plastik yang semakin hari masalahnya semakin tidak bisa terkendali. Masalah itu timbul dari material yang digunakan tidak ramah lingkungan butuh sekitar 1000-10.000 tahun lamanya agar bisa terdegradasi sementara dari segi bahan baku ketersediaan minyak bumi semakin hari semakin terbatas. Maka dari itu Ecoplast.id mengembangkan material ramah lingkungan dari bahan baku yang berkelanjutan. Produk kami bisa terdegradasi kurang dari 6 bulan sehingga berada di alam tidak merusak lingkungan. Dengan begitu, harapan Ecoplast.id ingin menjadi salah satu solusi masalah sampah plastik saat ini dan mendukung poin SDGs terkait Infrastruktur Industri dan Inovasi, Kota dan Komunitas yang berkelanjutan, dan Menjaga Ekosistem Darat.

Kisah menarik lainnya datang dari salah satu High Spirit Startup 2020, Bosmuda. Bosmuda di bangun oleh Indah dan suami di akhir November 2019 pasca bangkrut dari cilok gerobak pada agustus 20019. Modal yang di gunakan saat itu adalah 5 juta rupiah hasil menjual gerobak cilok dan asset produksi. Mulailah Indah yang saat itu belum memilik tim mencari mitra via personal whattsapp dan membuka PO produk Bosmuda Milenial.

Singkat cerita Indah mulai bergerilya dapatkan tiga orang teman yang mau menjadi agen saat itu dengan produk pertama yaitu Bosmuda seblak Milenial. Dengan menggunakan strategi trigger point uang jajan dalam kemasan saat itu penjualan Bosmuda bisa mencapai 1000 bungkus di bulan pertama. Lalu desember melonjak juga menjadi 3000 bungkus.

Dari situ Indah mulai mencari lebih banyak lagi mitra agen hingga bisa ada 10 orang. Melihat mitra agen begitu ramai orderan, alhamdulillah akhirnya banyak yang lebih tertarik dan pengiriman ke Jepang melalui kenalan Indah saat itu mencapai lebih dari 1000 bungkus.

Produk Bosmuda sekarang sudah ada 4 yaitu Bosmuda Ramen Original Creamy Spicy, Bosmuda Ramen Ebi Creamy Spicy, Bosmuda seblak Milenial, dan Bosmuda Makarona (Makaroni tuna). Dalam waktu dekat akan mengeluarkan Bosmuda Japan Authentic Ramen (JAR). Untuk market dari produk Bosmuda base data adalah perempuan usia 24-38 tahun.

Sistem dari Bosmuda sendiri adalah kemitraan yang kini kami telah memiliki 1 orang distributor, 64 agen pusat, 30 agen nya distributor, 25 sub agen, dan reseller kurang lebih 500 orang aktif. Dengan menambah varian produk diharapkan income para mitra Bosmuda bisa bertambah lebih baik.

Harapan nya, semoga tahun 2021 saya , team, dan semua pelaku usaha bisa lebih bangkit karena market membaik. Dan Bosmuda sendiri telah menyusun Daily Activity Plan juga Goals untuk siap tempur di 2021, sudah saya persiapkan lengkap arah kapal Bosmuda untuk bertahan memasuki tahun ke duanya. Semoga sesuai apa yang di harapkan. Aamiin.

Acara Nominasi diakhiri dengan saling sharing dan saling menyemangati, menjemput 2021 dengan semangat. Maju terus Jawa Barat, maju terus Indonesia. Youngpreneur!

Profil BIM (Business Initiative Movement)

BIM (Business Initiative Movement) adalah komunitas pengusaha muda di Jawa Barat yang didirikan di akhir 2016. Didirikan di Bandung, bernama Bandung Initiative Movement, saat ini berkembang ke 10 Kota/Kab di Jawa Barat dengan 2.300 member. Merupakan forum sederhana dimana entrepreneur saling kenal, silaturahim, sharing, bertukar kesempatan hingga berkolaborasi.